Oleh: mitrabisnis | 16 Januari 2007

Sekitar 400 HD Ubah Wajah Bali

mbwp_01b.jpgmbwp_01.jpgmbwp_01.jpg

Wajah di sekitar Danau Bedugul, Kuta, dan Desa Ubud di Pulau Bali mulai hari Sabtu pagi 11 November sampai Senin siang 13 November 2006 berubah. Suasananya yang tenang dan sesekali dihiasi rengekan motor-motor Jepang berubah bak kota-kota metropilis di Amerika. Hingar bingar dengan udara bearoma gosong, dan berseliwerannya berbagai tipe motor Harley Davidson dengan pengendara berpenampilan jantan. Tubuhnya berbalut jaket dan celana kulit, dilengkapi sepatu lars.

Tak pelak lagi masyarakat di tiga daerah wisata itu seakan terhenyak dari tidurnya. Mereka akan terbirit-birit keluar rumah masing-masing saat derum knalpot motor produk Milwaukee itu sayup-sayup terdengar. Mata mereka melotot kagum dan tangan melambai-lambai memberi salam. Kalau pun ada biker yang berhenti untuk berbelanja di gerai souvenir, maka HD mereka yang diparkir pasti diserbu untuk dipelototi dan dielus-elus. Sesekali ada juga beberapa bule yang menyempatkan diri ikut menonton dan berfoto disamping atau menunggang motor gajah itu.

Kehadiran ratusan kuda besi yang sempat mengejutkan masyarakat Pulau Dewata itu bersumber dari kalender tetap HDCI Jatim. Menggelar “Pahlawan Tour 2006” dalam memperingati Hari Pahlawan. Even yang bertarget peserta 300 motor HD itu, ternyata melonjak sampai 400 motor dari DKI, Jabar, Jateng, Jatim, Sumsel, dan Sulsel. Selain itu juga diikuti sekitar 40 biker dari Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam.

Sebelum melakukan touring sejauh 650 km dari Surabaya sampai Kuta, para biker tsb disambut panitia touring dalam malam Welcome Party, Kamis malam (9/11), yang juga dihadiri Ketua Umum HDCI Pusat Letjen TNI (Purn) H. R. Soejono dan sesepuh HDCI Mayjen TNI (Purn) Herman Sarens Sudiro, Mayjen TNI (Purn) Wijoyo Suyono, Letjen TNI (Purn) Hadi Waluyo, Mayjen TNI (Purni) Muchdi P.R., Ketua HDCI DKI Marsma TNI (Purn.) LD Pieter Wattimena, dan putra bungsu Proklamator Ir Soekarno. Guruh Soekarno Putra.

Dalam acara yang digelar di Isyana Ballroom Hyatt Regency Surabaya itu  para peserta tidak hanya mendapat pesan dan kesan oleh pengurus HDCI Pusat dan Korwil Jatim. Namun, juga dari sesepuh HDCI. Selain itu, dalam acara tersebut juga diberikan santunan terhadap janda dan keluarga para pahlawan yang ada di Surabaya. Dana yang diberikan berasal dari sebagian uang pendaftaran peserta Pahlawan Tour 2006 dan sumbangan beberapa anggota HDCI.

Pada tengah malamnya, peserta tour dilibatkan panitia mengikuti malam renungan suci di Taman Makam Pahlawan Jl. Kusuma Bangsa. Sedangkan pada 10 November pagi, peserta ikut upacara Hari Pahlawan di Gedung Grahadi Jl. Pemuda, dilanjutkan dengan tabur bunga di atas Jembatan Merah Plaza. Kegiatan peringatanHari Pahlawan itu ditutup dengan pemberian santunan terhadap para veteran yang hadir dalam acara tabur bunga. Santunan tersebut juga diambilkan dari sebagian uang pendaftaran peserta Pahlawan Tour 2006 dan sumbangan beberapa anggota HDCI.

“Santunan yang diberikan pada beberapa janda dan keluarga pahlawan ataupun para veteran, julahnya memang tidak seberapa. Namun, kami senang lantaran santunan tersebut dapat menerbitkan selarik senyum dari bibir para keluarga pahlawan dan veteran tersebut,” kata Ketua HDCI Jatim, Bagus Haryosuseno seusai acara.

Lepas dari garis start di Hyatt, Jumat siang (10/11), peserta digiring Patwal Polda Jatim dan dua personil PM berkendaraan HD Electra Glide menaklukan rute etape I menuju Ketapang. Dalam rute bertrayek 310 km ini, kepiawaian peserta mengendalikan HD yang berbobot rata-rata 500 kg itu diuji habis-habisan. Rute yang diakui para peserta sangat berat dan beresiko adalah rute Gunung Kemitir. Rute penuh tikungan tajam diapit lereng gunung dan jurang itu harus ditaklukan pada waktu malam, karena acara jamuan yang diberikan Bupati Jember Ir. MZA. Jalal MSi sempat molor lantaran hadirnya tambahan menu cuci mulut berupa duren.

“Kunjungan para biker peserta Pahlawan Tour 2006 sangat membanggakan kami dan masyarakat Kabupaten Jember. Saya pribadi sangat berharap setiap kegiatan HDCI ke wilayah timur Indonesia selalu menyempatkan diri mengunjungi Kabupaten Jember,” kata Jalal sembari melepas keberangkatan para peseta Pahlawan Tour 2006 dari tangga pendopo Kabupaten Jember.

Sedangkan rute etape II Ketapang – Kuta sejauh 340 km dengan start dari Hotel Ketapang Indah pada Sabtu pagi (11/11), dinilai peserta rute yang menantang kepiawaian mereka hanya di daerah Sleret ke arah danau Bedugul. Tidak hanya penuh tikungan tajam dan menanjak, dengan kemiringan sekitar 47 derajat. Kendati demikian, waktu tempuh peserta finish di Discovery Kartika Plaza Hotel lebih cepat 45 menit dari waktu yang ditentukan.

“Waktu tempuh kami menaklukan etape II lebih cepat dari yang ditentukan panitia. Ini karena kepedulian masyarakat Bali pada rombongan touring. Mereka rela mengalah demi kelancaran lalu lintas,” kata Bagus saat turun dari kuda besinya.

Setelah sehari penuh, Minggu (12/11), peserta tour mendapat kesempatan berwisata dan berbelanja souvenir. Yang dilakukan rombongan biker Malaysia, Thailand, dan Brunei, misalnya. Diantar Humas HDCI Jatim, Agus Siswanto ke desa Ubud, mereka berkeliling menikmati suasana desa, juga memborong berbagai souvenir sampai berjumlah seratusan juta per-orang. Pada Senin (13/11), peserta tour menyelesaikan etape terakhir sejauh 523 km dari Kuta ke Surabaya. Pada etape III dengan rute di jalur Tabanan ini relatif tidak ada jalur yang menantang, sehingga peserta berhasil masuk garis finis di Hyatt Regency Surabaya tepat pada waktu yang diasumsikan panitia.


Kategori

%d blogger menyukai ini: