Oleh: mitrabisnis | 13 Maret 2007

PTSI bertekad sebagai perusahaan konsultan terkemuka

DALAM era globalisasi saat ini, keadaan sosial, politik dan ekonomi dunia megalmi suatu perkembangan yang sangat cepat. Ini diakibatkan oleh pesatnya kemajuan yang terjadi dibidang teknologi informasi, komunikasi, transportasiilmu pengetahan, ntegrasi ekonomi globa serta lingkungan.

Kondisi ini membuat dunia usaha dihadapkan pada tantangan-tantangan baru agar dapat memenuhi tuntutan perkembangan tersebut.

Demi memenuhi perkembangan yang terjadi dalam dunia usaha, Pemerintah Indonesia pada 1 Agustus 1991 mendirikan SURVEYOR INDONESIA. Pada awalnya, perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas (PT) ini dibangun untuk menjalankan tugas pemerintah dalam melaksanakan pemeriksaan pra-pengapalan (pre-shipment inspection) impor demi kelancaran kegiatan perdagangan internasional, yaitu memperlancar aliran barang modal dan peralatan dari seluruh dunia masuk ke Indonesia.

Setelah berakhirnya penugasan tersebut pada tahun 1997, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini melakukan diversifikasi usaha dalam bidang survey, inspeksi, dan konsultasi. Dan, selama lebih dari satu dekade itu membuat SURVEYOR INDONESIA mengantongi berjibun pengalaman dalam menangani pekerjaan pada sektor-sektor Energi dan Pertambangan, Kelautan, Industri dan Perdagangan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Lingkungan dan Kehutanan, serta Pemerintah Daerah.

Dalam rangka memfokuskan perkembangan tuntutan pasar yang semakin kompetitif, maka SURVEYOR INDONESIA melakukan beberapa kali restrukturisasi dan penyelarasan organisasi (tahun 2004 dan 2006) dalam rangka memperbaiki kinerja organisasi serta meningkatkan kompetensi dan komposisi karyawan secara optimal untuk mendukung keunggulan daya saing perusahaan dan mengembangkan bidang-bidang usaha perusahaan sesuai dengan tuntutan dunia usaha. Selain itu, untuk menciptakan kepuasan pelanggan, semua usaha yang dilakukan selalu berlandaskan pada core values (nilai-nilai dasar) yang meliputi innovation, integrity, care, and competence (Inovasi, integritas, kepedulian dan kompetensi).

“Berbekal pengalaman selama 16 tahun menangani berbagai bidang usaha, SURVEYOR INDONESIA siap memberikan pelayanan sesuai kebutuhan khusus para pengguna jasa dalam membangun sebuah proses bisnis yang sehat dan berkembang,” kata Didie B. Tedjosumirat selaku Direktur Utama.

Dengan susunan pemegang saham yang terdiri dari 85,12% dimiliki Pemerintah Indonesia, 10,40% pada Societe Generale de Surveillance.SA (SGS), dan sisanya sebesar 4,48% dikantongi Sucofindo, eksistensi SURVEYOR INDONESIA sebagai bagian dari dunia usaha terbukti mengalami sebuah perkembangan cukup pesat. Eksistensi itu dibuktikan dengan dimilikinya sebuah kantor pusat di Jl. Jendral Gatot Subroto Kav 56 Jakarta, dengan 8 kantor cabang yang berada di Jakarta, Surabaya, Medan, Batam, Pekanbaru, Balikpapan, Makassar dan Palembang. Selain kantor cabang, juga memiliki 13 kantor perwakilan di Bandung, Cirebon, Cilegon, Semarang, Denpasar, Kupang, Banda Aceh, Dumai, Jambi, Padang, Lampung, Lhokseumawe dan Pontianak. Kebijakan ini untuk memastikan penyajian jasa yang optimal di pasar dalam negeri maupun luar negeri.

Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa bersifat people based, keberadaan SURVEYOR INDONESIA didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan profesional dalam proses penyediaan jasa. Salah satunya tersedianya tim yang handal dalam melakukan kegiatan operasinya yang terdiri dari para surveyor, inspektur, konsultan, asesor, dan auditor yang bersertifikasi dan telah diakui secara nasional maupun internasional. Dengan jaminan kualitas produk yang telah terbukti mampu memberikan kepuasan pada pelanggan. Juga, ditunjang peralatan operasional dan fasilitas yang mengikuti perkembangan teknologi dan industri. Ini di

Kehandalan dan keterpercayaan SURVEYOR INDONESIA secara eksplisit terlihat dari laporan keuangan serta laporan kemajuan pekerjaan. Prognosa pencapaian laba bersih sebelum pajak tahun buku 2006 dapat melampaui anggaran sebesarnya Rp 27,7 miliar. Perolehan terbesar berasal dari sektor energi, terutama migas yang antara lain terdiri dari jasa Verifikasi Masterlist Migas (VML), jasa Apresiasi Domestik Produk (ADP), third party inspection, dan jasa-jasa pemeriksaan mutu. Sedangkan pendapatan dari sektor lainnya terutama berasal dari industri non-migas, perdagangan, lingkungan, dan pemerintah daerah besarnya mencapai 40%.

“Dari hasil pendapatan tahun 2006, kami akan mengembangkan sektor non energi dan migas,” tambah Didie.

Sedangkan untuk 2007, SURVEYOR INDONESIA menargetkan laba sebelum pajak sekitar Rp 38,6 miliar. Atau meningkat 39% dibandingkan target 2006. Sektor energi ditargetkan mampu memberikan kontribusi ke pendapatan lebih besar lagi, sekitar 70%. Sisanya disumbang dari sektor lainnya. Hal ini terkait pencapaian misi SURVEYOR INDONESIA yang ingin menjadi perusahaan survei terkemuka terutama di sektor energi,

“Rencananya kami akan melakukan penetrasi pasar terutama di sektor energi dengan memperluas pasar terutama di wilayah Indonesia Bagian timur. Langkah yang kami tempuh dengan membuka unit-unit wilayah kerja di kawasan tersebut,” ujar Didie kembali.

Melihat kinerja SURVEYOR INDONESIA selama ini yang mengalami pertumbuhan kinerja keuangan cukup baik. Secara tersurat telah membuktikan, bahwa SURVEYOR INDONESIA adalah BUMN yang sehat, strategis, dan dinamis. Kondisi itu berpeluang mengantarkannya sebagai perusahaan konsultan berbasis survei dan inspeksi yang terkemuka dan handal, bukan saja di Indonesia tetapi juga di dunia. (Prima Sp Vardhana)


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: