Oleh: mitrabisnis | 7 Desember 2007

Sambut Global Warming di Semen Gresik:

“SEMANGAT PARA IBU DIBEKAS GALIAN TAMBANG”

Upaya nyata terhadap meningkatnya pemanasan global (global warming) dilakukan Semen Gresik dengan menggalakan gerakan penanaman pohon. Pelaksanaan program tersebut terlihat tidak tanggung-tanggung. Salah satunya dengan menggelar dua kegiatan di area bekas daerah tambang yang berbeda, tapi dalam waktu bersamaan. Dua area yang menjadi area penghijauan itu adalah bekas daerah tambang dan daerah green belt di Tuban. Dan kawasan daerah bekas tambang dan bukit Hollywood di Gresik.

Penghijauan di masing-masing area itu dilakukan dengan penanaman 1000 pohon. Dimotori Ny. Rosnaeni Suharto, pohon yang ditanam dalam acara penghijauan terdiri dari pohon Sukun, Nangka dan Mahoni ditanam di daerah green belt di Tuban, sementara kegiatan di Gresik yang dipandegani Ny. Handini Dwi Sutjipto melakukan penanaman pohon Juwet, Waru dan Mahoni.

Dengan tema ”Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Sepuluh Juta Pohon”, para anggota Persatuan Istri Pegawai Semen Gresik (PIPSG) Tuban dan Gresik itu melakukan penanaman aneka jenis pohon. Di wilayah yang berbeda, aksi serentak tersebut dimulai pk. 06.00-09.00 WITA dan pk. 10.00 WIT. Kegiatan di dua kawasan itu merupakan implementasi dari Surat Edaran Ikatan Istri Karyawan dan Karyawati BUMN, yang digerakkan Ny. Ratna Megawangi Sofyan Djalil –isteri Menteri BUMN Sofyan Djalil.

Selain itu, pada 16 Mei 2007 silam Semen Gresik juga menggelar kegiatan penghijauan kembali di bukit Hollywood. Juga, di bekas galian tambang tanah liat Semen Gresik. Kegiatan yang dimotori anggota klub pecinta alam Swela Giri itu berkaitan dengan peringatan Hari Bumi dan Lingkungan Hidup. Langkah ini juga sebagai ujud tanggung-jawab Semen Gresik atas pelaksanaan Rencana Kelola Lingkungan/ Rencana Pemantauan Lingkungan (RKL/RPL).

Hasil penghijauan yang dilakukan Semen Gresik pada beberapa tahun lalu, saat ini dapat dilihat di sepanjang jalan Randu Agung (jalan menuju kota Lamongan). Sepanjang mata memandang tampak hijaunya dedanunan pohon Mahoni bak payung raksasa yang berjajar di sepanjang jalur jalan. Selain itu, dapat disaksikan di pertigaan jalan menuju kawasan Giri. Demikian pula yang terlihat di kawasan dalam pabrik.

SABUK HIJAU

Seringnya aktifitas penghijauan diselenggarakan Semen Gresik, secara implisit merupakan bentuk konsekuensi yang harus dipikul sebuah perusahaan yang memanfaatkan sumber daya alam. Menambang hasil bumi untuk memenuhi kebutuhan bahan produksi basis bisnisnya. Karena itu, konsekuensi kewajiban mengembalikan alam tetap nyaman harus dipenuhi setiap perusahaan yang menambang hasil bumi, sebagaimana peraturan yang ditetapkan pemerintah.

Kewajiban mengembalikan alam yang ditambang tetap nyaman dihuni itulah, yang menjadi salah satu alasan kuat Semen Gresik saat merancang Sabuk Hijau (Green Belt) di area bekas penambangan. Konsepnya diimplementasikan dalam bentuk penghijauan area terluar penambangan selebar 50 meter, dengan menanam beberapa jenis pepohonan seperti pohon Mangga, Nangka, dan Mahoni.

Sedangkan pemilihan jenis pohon tersebut berdasar pada konsep penyelenggaraan CSR (Corporate Social Responsibility) yang digagas Semen Gresik. Faktor manfaat dan kesesuaian dengan kondisi tanahnya, misalnya. Artinya, pepohonan tersebut ditanam tak sekadar untuk menciptakan lingkungan agar lebih sejuk saja. Sebaliknya harus dapat memberi kontribusi dalam menjaga keseimbangan alam, seperti menahan debu akibat kegiatan penambangan, juga sebagai pengaman area. Juga mampu memberi nilai ekonomis terhadap masyarakat sekitar pabrik. Sehingga tanah yang dahulunya kering dan gersang berubah menjadi sebuah lingkungan yang nyaman untuk hunian dan menghasilkan manfaat ekonomi.

Dengan banyaknya syarat CSR itu, maka pohon Mahoni pun menjadi primadona dalam setiap kegiatan penghijaun yang diselenggarakan Semen Gresik selama ini. Dalam kegiatan yang melibatkan anggota PIPSG Tuban dan Gresik, Sabtu (1/12) lalu, misalnya. Pohon bernama latin swietenia mahagoni itu menjadi jenis pohon yang ditanam dalam jumlah terbanyak.

Mengapa demikian. Menurut Ny. Handini Dwi Sutjipto – ketua PIPSG Tuban dan Gresik, sangat variatif alasan Mahoni menjadi jenis mayoritas yang ditanam dalam 2 kegiatan penghijauan itu. Selain kepopulerannya sebagai salah satu jenis pohon penyejuk jalanan. Daun Mahoni memiliki karakter ilmiah mampu menyerap polutan sekitarnya, yang akan diubah menjadi oksigen (O2) lewat proses kimiawi, untuk selanjutnya kembali dilepas lewat pori-pori daun.

”Proses pelepasan O2 inilah yang membuat udara di sekitar pohon menjadi segar,” kata Ny. Rosnaeni Suharto disela kegiatan penghijauan di Tuban.

Selain itu, batang pohon Mahoni dapat dimanfaatkan sebagai bahan furniture, karena kualitas kayunya yang keras dan sangat baik. Pohon dari Hindia Barat dan Afrika ini bijinya yang berasa pahit dapat dimanfaatkan sebagai obat. Konon sebagai obat rematik, malaria, tekanan darah tinggi, kencing manis/ diabetes mellitus, kurang nafsu makan, demam, masuk angin, dan eksim. Namun ada pula yang mengatakan dapat dimanfaatkan sebagai obat kuat kaum adam.

LAPANGAN KERJA

Dari banyaknya keistimewaan yang dikandung Mahoni tersebut, maka CSR dalam sektor penghijauan yang dilakukan Semen Gresik itu mampu menjembatani antara jagat ”raksasa angker bersuara kasar dan kotor” yang bernama pabrik dengan masyarakat luas disekitarnya. Salah satunya dengan melakukan filterisasi terhadap udara yang menjadi area pembuangan polusi udara, dengan memanfaatkan kemampuan daun-daun Mahoni menyerap udara berpolusi akibat aktifitas pabrik untuk diubah menjadi O2. Sehingga udara yang dihisap masyarakat sekitar pabrik Semen Gresik tetap sehat dan tidak mengganggu kesehatan.

Selain itu, pihak Semen Gresik juga memberikan kontribusi ekonomi dari penghijauan yang diselenggarakan selama ini. Ini karena secara tersirat keberadaan Mahoni itu memberikan sebuah lapangan kerja terhadap masyarakat sekitar. Misalnya, peluang masyarakat sekitar untuk memanfaatkan Mahoni yang tua sebagai bahan untuk furniture, yang dapat dijual oleh masyarakat sekitar.

Dus, penyelenggaraan CSR yang dilakukan Semen Gresik selama ini bak pepatah sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Artinya, cukup dengan menyelenggarakan program penghijauan dengan menanam pohon Mahoni dan beberapa jenis pohon lain, seperti pohon Sukun, Nangka, Waru dan Juwet, maka Semen Gresik sebagai sebuah perusahaan juga terlibat langsung dalam sistem penanggulangan kemiskinan yang dicanangkan pemerintah.@

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: